” Penampungan minyak ilegal DI KM 51 kabupaten Batanghari diduga milik oknum anggota TNI aktif yang disebut “SANTOS” kebal akan hukum
Batanghari, Geriakjambi.com – 29 Oktober 2025 — Aktivitas penambangan dan penampungan minyak mentah ilegal di wilayah KM 51, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, kian marak dan seolah tak tersentuh hukum.
” Awak media menilai oknum TNI yang bermain BBM ilegal kebal akan hukum.
” Sehingga oknum TNI bernama Santos secara terang – terangan dan terbuka bermain BBM ilegal,
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan publik adalah tempat penampungan minyak yang diduga milik seorang oknum berinisial Santos. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Santos diduga menjadi salah satu penampung utama minyak BBM ilegal dari wilayah KM 51 kabupaten Batanghari. Aktivitasnya disebut berjalan lancar tanpa hambatan, bahkan terkesan mendapat pembiaran dari pihak berwenang.
Publik juga mendesak Kodam dan polisi militer (PM) untuk segera mengambil langkah cepat dalam melakukan, pemeriksaan, penyidikan, dan penindakan. Secara tegas dan transparan
” Fakta ini menampar keras institusi TNI yang selama ini berkomitmen, menjaga ketahanan energi dan memberantas mafia migas.
” Dugaan keterlibatan aparat aktif dalam bisnis haram bbm ilegal tentu menjadi preseden buruk, dan merusak citra institusi dan parahnya angkutan minyak BBM ilegal yang terbesar/ yang terbanyak.
” Pelaku minyak ilegal dapat dijerat dengan pasal 52 dan pasal 53 UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.
” Yang diubah sebagian oleh UU cipta kerja, terkait eksplorasi/eksplotasi tanpa izin.
” Pasal 53 huruf b. migas ancaman pidana untuk pengolahan tanpa izin adalah penjara maksimal 4 tahun dan denda 40 miliyar.
” Pasal 103 KUHPM : anggota TNI yang terbukti menyalahgunakan jabatan dan melanggar hukum, dapat dijatuhkan pidana pemecatan dari dinas militer.
” Kasus ini jelas bukan perkara sepele , jika benar terbukti , keterlibatan oknum TNI aktif, dalam bisnis BBM ilegal bukan hanya kriminal tetapi, juga bentuk pengkhianatan terhadap sumpah prajurit dan Sapta marga
” Awak media kini menunggu sikap tegas panglima TNI dan presiden Prabowo Subianto apakah mafia seragam akan tetap dilindungin , atau hukum benar – benar ditegakkan tanpa pandang bulu. ( Red)
